• 03/20/2023

Kini Jadi Museum, Inilah Sejarah Museum Fatahilah!

 

Orang Jakarta pasti tahu Museum Fatahillah, di mana ini merupakan museum yang bisa ditemui di Kota Tua. Di Kota Tua sendiri ada banyak sekali museum yang memang bisa dikunjungi, salah satunya adalah Museum Fatahillah ini.

Jika dilihat dari bangunannya, memang sangat khas peninggalan koloni Belanda. Untuk kamu yang sudah mengunjungi museum ini, pasti sangat penasaran mengenai sejarah dibangunnya Museum Fatahillah.

Untuk itu, berikut kami akan menunjukkan penggalan sejarah dari Museum Fatahillah yang bisa kamu ketahui.

Sejarah Museum Fatahillah

Musum Sejarah Indonesia atau yang biasa juga dikenal dengan nama Museum Fatahillah, atau Museum Batavia, berlokasi di Kota Tua, Jakarta, Indonesia. Bangunan ini dibangun pada tahun 1710 sebagai Balai Kota di Batavia.

Awal dibuka pada tahun 1974 dan menampilkan objek dari periode prasejarah wilayah kota, berdirinya Jayakarta pada tahun 1527, dan masa penjajahan Belanda sejak abad ke-16 hingga kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

Museum ini berlokasi di sisi selatan Lapangan Fatahillah yang merupakan bekas dari alun-alun kota Batavia. Lokasinya juga dekat dengan Museum Wayang dan Museum Seni Rupa dan Keramik. Bangunan ini diyakini meniru model dari Istana Dam.

Dulunya, tempat beridirinya Museum Fatahillah ini merupakan balai kota Batavia yakni Stadhuis. Stadhuis pertama disleesaikan di tahun 1627 di lokasi gedung yang ada saat ini. Pembangunan dari gedung ini mulai dilanjutkan di tahun 1649.

Lalu di tahun 1707, gedung ini direnovasi secara menyeluruh dan baru menghasilkan bangunan yang ada saat ini. beberapa ciri dari bangunan yang ad aini berasal dari tahun ini, termasuk dengans serambinya. Renovasi baru selesai di tahun 1710 dan gedung ini baru diresmikan oleh Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck sebagai kantor pusat administasi Perusahaan Hindia Timur Belanda.

Gedung ini mulai diambil alih oleh pemerintah kolonial Belanda menyusul kebangkrutan Perusahaan Hindia Timur Belanda, lalu mulai digunakan sebagai balai kota pemerintah kolonial.

Ketika kota terus berkembang ke arah Selatan, fungsi dari gedung ini untuk menjadi balai kota berakhir di tahun 1913.

Setelah kemerdekaan, tepatnya setelah proklamasi Indonesia di tahun 1945, gedung ini dipakai sebagai kantor gubernur Jawa Barat hingga tahun 1961, saat Jakarta sudah dinyatakan merdeka. Setalh itu gedung ini dipakai sebagai markas dari KODIM 0503 Jakarta Barat.

Lalu di tahun 1970, lapangan Fatahillah dinyatakan sebagai cagar budaya. Ini adalah upaya awal dari pengembangan kawasan Kota Tua Jakarta yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Museum sejarah ini diresmikan menjadi museum pada tanggal 30 Maret 1974, di mana diletakkan berbagai koleksi konservasi dan penelitian segala jenis benda cagar budaya yang berhubungan dengan sejarah dari Kota Jakarta.